Sebuah tinjauan pengobatan dengan bahan tradisional


A  D  A  S (Foeniculum vulgare Mill.)

KLASIFIKASI:
Daun adas disebut Foeniculum vulgare Mill. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Umbelliferae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah adas manis, adhas kowei, adas pedas, hades, adase dan rempuse dan nama asingnya fennel (Inggris), nama simplisia Foeniculli herba atau oleum foeniculli.

SIFAT KIMIAWI:
Tumbuhan ini  sangat kaya dengan kandungan kimia,  yang sudah diketahui antara lain : Minyak terbang    (0,3 – 6%); dengan kandungan anethol tinggi, zat pahit, fanhom, kamfen (tonik), dipenten, metil chavikol dan anis keton.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki  sifat ;
Rasa tajam, anti piretik, anti diare dan mendorong keluarnya angin, obat perangsang (stimulansia), ekspectorant dan pewangi.
BAGIAN  TANAMAN  YANG  DIGUNAKAN:
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan  buah dan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Mules.   Dicampur tanaman obat lain.
  2. Sariawan.  Dicampur dengan tanaman obat lain.
  3. Batuk.  Dicampur tanaman oobat lain.
  4. Sebagai corrigens.   Untuk memperbaiki rasa obat.
  5. Sebagai bahan pengawet makanan tanpa efek samping.
  6. Untuk campuran acar mentimun sehingga dapat dimakan oleh orang yang tidak tahan.
  7. Obat kuat (aprodisiak).  Dicampur dengan tanaman obat lain.

ALANG – ALANG (Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor (Nees) C.E.Hubb)

KLASIFIKASI:
Alang-alang disebut  Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor (Nees) C.E.Hubb., atau Imperata arundinacea Cyrillo atau Lagurus cylindricus L.  termasuk  ke  dalam  famili  tumbuhan Gramineae atau Poaceae.  Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ìlalang, hilalang atau kambengan.

SIFAT  KIMIAWI:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :Manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali.

EFEK  FARMAKOLOGIS:
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkan panas),diuretik, (peluruh kemih),  hemostatik ( menghentikan pendarahan), menghilangkan haus, masuk meridian paru lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sejuk.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

  1. Muntah darah.  Akar segar 30 – 60 gram, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai  tersisa 1 gelas.  Minum setelah dingin.
  2. Mimisan . Akar segar dicuci bersih, ditumbuk dan diperas airnya sampai  terkumpul 100 cc, minum.  Atau 30 gram akar segar dicuci  bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum.
  3. Air kemih berdarah. Rebus  100 gram akar segar dengan 2.000 cc air  sampai tersisa 1.000 cc.
  4. Kencing nanah. Akar  segar 300 gr dicuci bersih, dipotong-potong  seperlunya,  digodok dengan 2.000 cc air bersih      sampai  tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya.  Dibagi 3 kali minum atau sebagai  teh.  Sepuluh hari untuk 1     cure.
  5. Hepatitis akut menular .Akar ákering 60 gram digodok dengan 3 gelas air bersih sampai  tersisa 1gelas.  Dibagi 2 kali minum.10 hari untuk 1 cure.
  6. Rasa haus pada penyakit campak.Rebus 30 gr akar, minum sebagai teh.
  7. Radang ginjal akut.Cuci bersih 60 – 120 gr akar segar, dipotong-potong seperlunya  dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air.  Dibagi untuk 2 – 3 kali minum. Rebus 60 – 120 gram pegagan segar, minum secara  rutin.

A L P U K AT (Persea americana M.)

SIFAT KIMIAWI:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
– Buah dan daun mengandung : Saponin alkaloida dan flavonoid.
– Buah juga mengandung tanin, daun juga mengandung polifenol, quersetin dan gula alkohol persiit.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat :  Daun: rasa pahit, kelat, peluruh kencing. Biji: anti radang, analgesik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun bersifat anti bakteri yaitu menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri:     staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Escherichea sp dan Bacillus sp.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

  1. Sariawan  . Sebuah isi (daging buah) alpukat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu makan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
  2. Kencing batu.   Daun alpukat 4 lembar, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinag, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gleas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Stelah dingin disaring, minum 3 kali ¾ gelas.
  3. Darah tinggi, sakit kepala.   Tiga lembar daun alpukat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Minum setelah dingin.
  4. Kulit muka kering    Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker tersebut mengering.
  5. Sakit gigi berlubang.   Lubang pada gigi dimasuki biji alpukat.
  6. Bengkak karena peradangan.   Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
  7. Kencing manis.    Biji dipanggang diatas api, dipotong kecil-kecil, kemudian digodok dengan air sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
  8. Teh daun alpukat    Untuk menghilangkan rasa sakit kepala, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (neuralgia) dan datang haid tidak teratur.
  9. Nyeri syaraf dan nyeri lambung.   Daun 3 – 6 lembar, diseduh atau direbus, minum.
  10. Saluran napas membengkak, menstruasi tidak teratur   Daun 3-6 lembar diseduh atau rebus,minum.
  11. Catatan : Wanita hamil dilarang pakai.  Sudah dibuat obat paten.

B A M B U   T A L I (Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.)

KLASIFIKASI:
Bambu tali disebut  Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.  termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae.  Tanaman ini dikenal dengan nama daerah asparagus dan dengan naman asing Chritusdoorn.

SIFAT KIMIAWI:
Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a l : Saponin; aglycone, protosarsapogenin.
Senyawa lain; Asparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy, methylfurfural, beta-sitosterol. EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam  farmakologi  Cina disebut tumbuhan ini  memiliki sifat; rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Batuk, batuk darah TBC paru, sakit tenggorokkan.Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu dua kali sampai sembuh.
  2. Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam.Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembu.
  3. Kencing manis. Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
  4. Susah buang air besar, demam disertai gaduh delisah.Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
  5. Kanker payudara: Carsinoma, fibroadenoma dan hyperplasia kelenjar payudara.Umbi 20 – 40 gr direbus, minum.Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.
  6. Kanker limpa dan kanker darah: lymphosarcoma, leukemia.Umbi 20 – 40 gr direbus, minum.Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.

B A R U C I N A (Artemisia vulgaris L.)

Tumbuhan ini merupakan tanaman menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan kaya humus, tumbuh liar di hutan dan ladang, jenis yang biasa ditanam dipekarangan sebagai tanaman obat; Artemisia argyi Levl. Et. Vant.

KLASIFIKASI:
Barucina disebut  Artemisia vulgaris L. yang termasuk ke dalam famili Compositae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jukut lokat mala, suket gajahan atau daun sudamala.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:  Minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene, 1-quebrachitol.  Akar dan batang mengandung mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, ridentin.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Tumbuhan ini bersifat: rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Badan lemas sehabis melahirkan   Pohon barucina 4 pohon, rebus dalam 6 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Diminum sehari 2 kali 1 gelas sebelum  makan.
  2. Lemah syahwat.   Biji barucina 15 – 45 gr digiling halus, makan.
  3. Ayan (epilepsi).   Segenggam akar artemisia tambah 1 ibu jari gula enau tambah 4 gelas air, rebus menjadi dua gelas. Sehari 2 kali 1     gelas.
  4. Sakit tenggorokan.   Herba segar ditumbuk, peras, minum airnya.
  5. Disentri.  Barucina tambah jahe segar, direbus sampai kental, minum 3x.
  6. Menstruasi berlebihan (banyak), sakit pada saat menstruasi (dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur. Tanaman 10 – 30 gr, rebus, minum.
  7. Mencegah keguguran, pergerakan janin berlebihan.   Tanaman 10 – 30 gr, rebus, minum
  8. Mempermudah persalinan, susah punya anak.   Tanaman 10 – 30 gr, rebus, minum.
  9. Muntah darah (haematemesis), mimisan (epistaxis), pendarahan usus (rectal haemorrhagia)

PERHATIAN : Bagi yang tidak cocok, minum rebusan Artemisia argyi mempunyai keluhan mulut kering, rasa tidak enak dilambung, mual, muntah, mencret, dan pusing. Gejala ini dapat dihilangkan dengan menggunakan minyak daun Artemisia argyi.

BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

KLASIFIKASI:
Belimbing wuluh disebut Averrhoa bilimbi L.. yang termasuk ke dalam famili Oxalidaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah limeng, selemeng, baliembieng, blimbing buloh, limbi, libi, tukurela, dan malibi. Nama asingnya bilimbi, cucumber tree, kamias.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:

– batang: saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase

– daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cin disebut tumbuhan ini memiliki sifat; rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, peluruh kencing dan astringent.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Pegal linu. Segenggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cegkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke tempat yang sakit.
  2. Gondongan. Sepuluh ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempat yang sakit. (kelenjar air liur).
  3. Batuk pada anak. Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air satu cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

B E L U N T A S (Pluchea indica (L.) Lees.)

KLASIFIKASI:

Beluntas disebut Pluchea indica ( L) Lee, atau Baccharis indica L. termasuk ke dalam famili Compositae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah beluntas, luntas, baruntas atau lamutasa.

SIFAT KIMIAWI :

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: alkaloid dan minyak atsiri.

EFEK FARMAKOLOGIS:

Tumbuhan ini bersifat: rasanya getir, dengan bau yang khas (sengir). Daun berfungsi menambah nafsu makan (stomakik), dan membantu pencernaan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN:
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman segar atau dikeringkan dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Gangguan pencernaan pada anak-anak.. Daun dicampurkan pada bubur saring. Atau dimasak dalam nasi tim.
  2. TBC kelenjar leher. Ekstrak batang dan daun beluntas, ekstrak gelatin dari kulit sapi, rumput laut (Laminaria japonica). Bahan-bahan ini di tim sampai lunak lalu dimakan.
  3. Nyeri rematik. 15 gr akar beluntas, direbus, minum.
  4. Menghilangkan bau badan. Makan sebagai lalapan
  5. Peluruh keringat, menurunkan panas. Daun direbus atau diseduh sebagai teh, minum.
  6. Batuk. Bunga belimbing wuluh 25 kuntum, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Saring, minum dengan madu. Sehari 3 kali ¾ gelas.
  7. Batuk rejan. 10 buah,cuci, tumbuk, remas dengan 2 sendok makan air garam, saring. Minum 2x sehari
  8. Rematik 1 ons daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh, 15 biji merica, cuci lalu giling halus. Tambahkan cuka secukupnya sampai adonan seperti bubur dan oleskan ke tempat yang sakit.
  9. Sariawan. Bunga belimbing wuluh ¾ genggam, cuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali ¾ gelas.
  10. Jerawat. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
  11. Panu. Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirihsebesar biji asam, diremas sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan

BIDARA UPAS (Merremia mammosa (Lour.) Hall. f. )

KLASIFIKASI:
Bidara upas disebut Merremia mammosa (Lour..) Hall.f., atau Batatta mammosa Rumph..termasuk ke dalam famili tumbuhan Convolvulaceae. Nama daerahnya blamar atau widara upas.

SIFAT KIMIAWI:
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase

EFEK FARMAKOLOGIS:
Tumbuhan ini bersifat : anti radang, menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, pencahar, menetralkan racun, penyejuk. Bagian yang digunakan : umbi.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Radang usus buntu. Umbi 1/4 jari dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan 1 sendok makan air gula, kemudian diperas dan disaring lalu diminum. sehari 2 kali. Jika usus buntu akut bidara upas dicampur dengan rumput mutiara dan sambiloto. ( Saran 3×1 kapsul per hari, minum banyak air )
  2. Muntah darah, thypus. Umbi segar, bersih, diparut, peras sampai 1 gelas kecil, minum.
  3. (Saran 3×1 kapsul per hari, minum banyak air )
  4. Difteri. Umbi segar, cuci, parut, peras, sampai 1 gelas kecil. Pakai kumur-kumur 2-3 menit, telan.
  5. Kencing manis. Umbi segar 100 gram, cuci bersih, parut, peras. Minum setiap pagi. ( Saran kapsul 3×3 kapsul per hari, minum banyak air )
  6. Kanker, kusta. Umbi segar 3/4 jari, cuci, parut, tambah 4 sendok makan air matang, peras, airnya tambahkan 2 sendok makan madu (untuk pembangkit selera). Airnya bagi 3 kali minum per hari, ampasnya tempelkan ke bagian yang sakit. (Saran 3×1 kapsul per hari, minum banyak air)
  7. Batuk rejan Umbi segar 1/2 jari, parut, ramas dgn 2 sendok makan air dan 1 sendok makan madu, peras, saring, minum, lakukan 2 kali sehari. (Saran 3×1 kapsul per hari )
  8. Batu kandung kencing / kencing batu. Umbi bidara upas 10 g, daun kumis kucing 10 g, daun kejibeling 15 g, dicuci lalu umbi dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 liter air sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 50 cc.
  9. Syphilis (lues); Umbi segar 1 jari diparut, tambah 2 sendok makan air dan 1sendok makan madu, peras, saring, minum. Lakukan 3 x sehari. ( Saran 3×1 kapsul per hari)
  10. Luka-luka di kulit. Umbi segar dicuci lalu diiris tipis-tipis, letakkan diatas luka.
  11. Buang air besar darah dan lendir. Umbi 50 g, tambahkan gula jawa, godok 2 gelas sampai 1 gelas. Saring, minum sedikit-sedikit. ( Saran 3×2 kapsul per hari)

B  U  A  H     M  A  K  A  S  A  R (Brucea  javanica (L.) Merr.)

KLASIFIKASI:

Tanaman Buah Makasar disebut  Brucea  javanica (L.) Merr.  atau B. amarissima Desv. termasuk ke dalam famili tumbuhan Simaroubaceae.   Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Lada pahit, embalu, dadih-dadih, tambar sipago, sikalur, kuwalot, ki padesa dan tambara marica.

SIFAT KIMIAWI:

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Alkaloid (Brucamarine, yatanine). Glukoside (Brucealin, yatanoside). Phenol (Bruceno, bruceolic acid. Biji mengandung brusatol, bruceine A,B,C,E,F,G,H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, oleic acid, linoleic acid, stearic acid, palmitoleic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS:

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki  sifat ;  Rasa pahit, dingin, beracun. Membersihkan panas dan racun,anti-disentri,anti-malaria, eritropoiesis, immunostimulant, mematikan parasit (parasiticidal).  Asam oleat dan  Brucei A & B bersifat anti kanker (anti-neoplastik ). Menghambat sintesa DNA sel kanker. Merangsang pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang. Meningkatkan phagocyte dan makrofag.

BAGIAN  TANAMAN  YANG  DIGUNAKAN:
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan  biji, akar dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

  1. Disentri amuba.  10-15 biji digiling halus, masukkan kedalam kapsul untuk sekali minum.  Sehari  3 kali selama  7 – 10 hari.
  2. Disentri, air kemih dan tinja berdarah karena panas.  Biji (25 -50) digiling halus lalu dimasukkan kedalam kapsul, minum dengan     air gula putih.
  3. Malaria.   Akar,  15 – 20 gram  digodok, minum.
  4. Wasir. 7 biji dilapisi buah longan, telan.
  5. Keputihan karena trichomonas.  Biji 20 digodok dengan 400 cc air bersih didalam pot tanah, sampai tersisa 100 cc, untuk cuci kemaluan (disemprotkan dengan alat), setiap kali 20 – 40 cc. Bila sakitnya ringan cukup satu kali, sedangkan  kelainan     yang berat  dilakukan 2 – 3 kali.
  6. Kanker ;  Ehrliich ascitic cancer, sarcoma 37, sarcoma 180, cervic cancer 14, Walker carcinoma256, leucemia 1210 dan     leucemia 388. ( Kanker kerongkongan, Lambung, Rectum, Paru-paru, Serviks, Kulit dan Leukimia ). Penggunaan buah segar     atau kering.  Dibuat serbuk, masukkan kapsul 1,5 – 2 gram,  makan 2- 3 kali sehari.  (Saran penggunaan kapsul  3×3 kapsul  per hari,     minum banyak air ).Sudah tersedia dalam bentuk  obat suntik, infus dan emulsi untuk minum.

Selamat mencoba!

By.Titik Nafiroh

D3 Kebidanan Stikes ICME Jombang

Posted in Uncategorized | Edit | Leave a Comment »

2 Responses

  1. memang banyak sekali tanaman diindonesia yang sangat berkhasiat.literaturnya cukup bagus.

  2. bidara upas tu pa??????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: